Kategori: Model

All about model lives, model celebrations, model parties, anything chic about models, trendy or fashion related that happens in the lives of models we know.

  • Umi Cinta Klarifikasi soal Anjing di Rumah Saat Pengajian: Saya Punya…

    Umi Cinta Klarifikasi soal Anjing di Rumah Saat Pengajian: Saya Punya…



    Jakarta, Insertlive

    Umi Cinta akhirnya muncul dan buka suara setelah aktivitas pengajiannya disorot dan viral.

    Setelah soal iming-iming masuk surga dengan membayar Rp1 juta, kehadiran seekor anjing di dalam rumah Umi Cinta yang menjadi lokasi pengajian juga menjadi perhatian publik.

    Dalam pengakuannya, ia memiliki petshop dan penitipan hewan. Sehingga di rumahnya selalu ada beberapa hewan seperti anjing, kucing hingga kelinci.


    “Saya ini punya petshop, tapi itu sudah lama tidak ada. Jadi yang namanya petshop, penitipan hewan itu pasti ada, nggak anjing aja, kucing, atau segala macam, kelinci,” beber Umi Cinta pada Kamis (14/8).

    Anjing yang ada di rumah Umi Cinta dititipkan lantaran sang pemilik harus pergi ke Sumatera Utara karena keperluan ibunya meninggal dunia. Sayangnya anjing tersebut tak kunjung diambil oleh pemiliknya.

    “Nah, namanya saya terbuka ya, kan kita baik nggak kepada manusia aja. Kalau baik kepada manusia mungkin sudah biasa, tapi bisakah kita baik kepada orang yang tidak baik kepada kita, itu kan menurut saya manusia yang luar biasa,” cerita Umi Cinta.

    “Tapi setelah itu, saya carikan sampai saya carikan orang yang mau benar-benar sayang kepada anjing tersebut. Tapi sudah dapat, sudah lama. Nah, jadi hanya gitu, sekarang tidak ada,” lanjutnya.

    Soal pengajian yang digelar secara tertutup dan sempat diprotes warga, Umi Cinta menyebut hal itu terjadi karena rumahnya dilengkapi AC. Sehingga kegiatan keagamaan itu berlangsung secara tertutup.

    “Tertutup bukan kegiatannya yang tertutup, bukan ajaran yang tertutup, tapi rumah saya ditutup, karena ada AC-nya,” katanya.

    Terakhir tentang pengajian yang digelar secara bersamaan yaitu pria dan wanita. Umi Cinta mengaku di dalam rumahnya sudah terdapat pembatas. Ia juga menyebut kebanyakan yang mengaji adalah satu keluarga.

    “Itu ada pembatasnya. Yang mengaji di rumah saya satu keluarga, kalau ada laki-laki itu suaminya, yang perempuan itu istrinya, kalau ada yang remaja itu ada anaknya,”jelas Umi Cinta.

    Sementara itu pihak MUI Bekasi menyimpulkan pengajian yang digelar Umi Cinta di Perumahan Dukuh Zamrud, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi tidak memiliki indikasi melenceng dari ajaran Islam.

    Namun, pengajian di rumah Umi Cinta akan dihentikan sementara karena hingga kini belum mendapat perizinan dari lingkungan sekitar. Pengajian pun dipindahkan ke Masjid Al Muhajirin, Cimuning.

    “Saya ulangi, pengajian tersebut tidak ada indikasi melenceng dari ajaran Islam. Untuk sementara, pengajian yang dilaksanakan di rumah Ibu Putri ini dihentikan untuk selanjutnya meminta izin warga untuk mengurus perizinan terhadap warga,” kata Ketua MUI Kota Bekasi Saifuddin Siroj.

    (agn/agn)




    Tonton juga video berikut:






    Artikel aslinya

  • Kontroversi Kematian Zara Qairina, Pelaku Bullying Diduga Anak Pejabat

    Kontroversi Kematian Zara Qairina, Pelaku Bullying Diduga Anak Pejabat



    Jakarta, Insertlive

    Publik Malaysia digemparkan dengan kabar kematian Zara Qairina Mahathir (13), siswi Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA) Tun Dati Mustapha di Papar, Sabah. Pasalnya Zara meninggal dunia dengan tragedi yang menyayat hati.

    Kematian Zara Qairina menjadi sorotan lantaran disebut akibat korban perundungan di lingkungan sekolah. Sontak saja hal ini memicu kemarahan publik.

    Hal ini dikarenakan adanya dugaan pelaku bully Zara adalah anak dari pejabat Negeri Jiran. Dugaan tersebut muncul lantaran kasus kematian Zara tidak diusut dengan tuntas oleh pihak kepolisian. Akibatnya, ramai publik menyertakan tagar #JusticeForZara di media sosial hingga munculnya sebuah lagu viral di TikTok.


    Zara Qairina Mahathir ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada 16 Juli 2025 di sebuah saluran pembuangan dekat kompleks asrama sekolahnya sekitar pukul 3 dini hari waktu setempat. Awalnya, disebutkan Zara jatuh dari ketinggian hingga ditemukan tidak sadarkan diri.

    Setelah penemuan itu, Zara langsung dilarikan ke rumah sakit Queens Elizabeth I. Namun, keesokan harinya Zara dinyatakan sudah tidak bernyawa. Jenazahnya pun langsung dimakamkan tanpa adanya pemeriksaan post-mortem.

    Publik pun menilai kurangnya transparansi dalam penyelidikan kasus ini. Terlebih, tidak dilakukannya autopsi terhadap jenazah Zara.

    Sontak beragam spekulasi bermunculan atas kematian Zara diduga akibat tindak bullying. Publik pun menduga pelaku perundungan terhadap Zara adalah anak dari pejabat, sehingga kasus ini seolah ditutupi.

    Penyelidikan kasus kematian Zara pun dilanjutkan dengan menggali kembali makamnya dan dilakukan autopsi pada 10 Agustus 2025 lalu. Hal ini dilakukan usai perintah autopsi post-mortem diterbitkan oleh Kantor Kejaksaan Agung Malaysia (ACG).

    Menanggapi spekulasi publik soal adanya dugaan keterlibatan keluarga ‘VVIP’ atas kasus ini, Wakil Menteri Pendidikan Malaysia, Wong Kah Woh, seperti dilansir Malay Mail, Rabu (13/8), menegaskan pihaknya tidak akan berkompromi dalam hal apa pun terkait bullying di sekolah.

    “Kasus ini sedang diselidiki oleh kepolisian, dan Kementerian Pendidikan akan menyerahkannya kepada otoritas berwenang untuk menjalankan tugas mereka,” ucap Wong saat berbicara di hadapan parlemen atau Dewan Rakyat Malaysia, Senin (11/8).

    “Pertama, Kementerian Pendidikan tidak pernah dan tidak akan berkompromi dalam hal bullying. Kedua, Kementerian Pendidikan tidak pernah, dalam kondisi apa pun, berusaha melindungi siapa pun, sebagaimana yang dituduhkan,” ujar Wong.

    (kpr/and)




    Tonton juga video berikut:






    Artikel aslinya

  • Viral Bule Rusia dan Rumania Ngobrol Pakai Bahasa Indonesia

    Viral Bule Rusia dan Rumania Ngobrol Pakai Bahasa Indonesia



    Jakarta, Insertlive

    Media sosial ramai dengan rekaman video obrolan secara langsung di TikTok yang dilakukan dua wanita bule.

    Percakapan antara dua bule, Rusia dan Rumania itu mencuri atensi karena berbincang santai dengan bahasa Indonesia yang sangat lancar.

    Dalam rekaman video yang beredar, wanita dengan akun TikTok @marielle.world dari Rusia mengaku baru belajar selama lima bulan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow sebelum bisa berbicara lancar.


    “Aku belajar bahasa Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia di Rusia. Ada kursus di sana. (Udah bisa Bahasa Indonesia) Lima bulan kursus,” cerita Marielle.

    Marielle sendiri rupanya pernah dua bulan berada di Indonesia, tepatnya di Bali, sebelum akhirnya balik ke Rusia dan kursus Bahasa Indonesia.

    Sementara wanita bule asal Rumania, Cristina Surya mengaku baru bisa lancar bahasa Indonesia dalam tiga tahun meski tinggal lama di Indonesia.

    “Udah lama, udah 7 tahun (bisa Bahasa Indonesia), 7 tahun ada di Indonesia, 4 tahun balik ke Romania. Aku butuh waktu 3 tahun untuk lancar,” kata Cristina.

    Perbincangan keduanya yang menggunakan bahasa Indonesia ini ramai dipuji warganet.

    “Antik banget dua bule ini,” komentar warganet.

    “Gong banget pas ada obrolan ‘kamu bule mana?’ wkwk lokal sekali,” puji warganet lain.

    [Gambas:Twitter]

    (dis/dis)






    Artikel aslinya

  • Cerita Bu Ayu Pemulung Sayuran di Kramat Jati: Ingin Bantu Suami


    Jakarta, Insertlive

    Sayuran dengan kualitas buruk biasanya langsung dibuang oleh pedagang. Tetapi Ibu Ayu memilih memulung sayuran yang telah dibuang di daerah Pasar Induk Kramat Jati dan diolah kembali untuk dikonsumsi. Sederhana, Ibu Ayu hanya ingin membantu suami dan meringankan beban ekonomi keluarga.

    (Srikandy Indah Karina)



    Artikel aslinya

  • Omzet Rp500 Ribu, Penjual Pecel Lele Berhasil Punya Rumah Mewah

    Omzet Rp500 Ribu, Penjual Pecel Lele Berhasil Punya Rumah Mewah


    Jakarta, Insertlive

    Inilah kisah sukses para pebisnis pecel lele yang sukses di kota orang. Dengan tampilan biasa-biasa saja, nyatanya para pebisnis pecel lele ini berhasil membangun rumah mewah di daerah mereka, Dusun Slegreng, Lamongan. Dari wawancara tim insert, setidaknya para penjual pecel lele mendapat omzet Rp500 Ribu dalam satu malam.

    (Srikandy Indah Karina)



    Artikel aslinya

  • Pak Jainuri Bangun Rumah-Kos 4 Pintu Hasil Jualan Pecel Lele

    Pak Jainuri Bangun Rumah-Kos 4 Pintu Hasil Jualan Pecel Lele


    Jakarta, Insertlive

    Pak Jainuri berhasil membangun rumah di kampung halamannya dan Jakarta dari hasil jualan pecel lele. Bahkan Pak Jainuri juga sudah memiliki kos-kosan empat pintu dari hasil berdagangnya ini. Diakui Pak Jainuri, omset yang didapatnya sekitar Rp700 Ribu sampai Rp1 Juta.

    (Srikandy Indah Karina)



    Artikel aslinya

  • 01:20                                  
                                                       
                          
                              
                              Bukan Cuma Panjat Pinang, Ini 3 Lomba 17 Agustus yang Viral di TikTok
                              1 hari yang lalu

    01:20 Bukan Cuma Panjat Pinang, Ini 3 Lomba 17 Agustus yang Viral di TikTok 1 hari yang lalu



    01:20

    Bukan Cuma Panjat Pinang, Ini 3 Lomba 17 Agustus yang Viral di TikTok
    1 hari yang lalu



    Artikel aslinya

  • Sosok Bianca Alessia, Pembawa Baki Bendera Merah Putih Upacara HUT ke-80 RI di Istana

    Sosok Bianca Alessia, Pembawa Baki Bendera Merah Putih Upacara HUT ke-80 RI di Istana



    Jakarta, Insertlive

    Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 digelar di Istana Negara pada Minggu, 17 Agustus 2025. Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka alias Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera Merah Putih menjadi sorotan.

    Salah satunya, pembawa baki bendera Merah Putih. Sosok yang dipercaya mengemban tugas istimewa ini adalah Bianca Alessia Christabella Lantang.

    Dalam keterangan dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bianca merupakan perwakilan dari Provinsi Sulawesi Utara.


    “Saat ini, ia tercatat sebagai pelajar SMA Lentera Harapan Tomohon,” isi keterangan tersebut.

    Kehadirannya tentu menjadi kebanggaan warga Sulawesi Utara. Bianca Alessia pun langsung membuat warganet penasaran.

    Profil Bianca Alessia

    Tim Paskibraka Indonesia Berdaulat (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)Tim Paskibraka Indonesia Berdaulat (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)/ Foto: Tim Paskibraka Indonesia Berdaulat (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

    Bianca Alessia merupakan siswi SMA Lentera Harapan Tomohon. Ia lahir di Manado pada 28 Februari 2009.

    Gadis berusia 16 tahun ini merupakan anak dari pasangan Fransiskus Lantang dan Fike Rondonuwu.

    Perempuan yang akrab disapa Bianca ini memiliki hobi menari dan bermain voli. Pada seleksi Paskibraka nasional, Bianca menampilkan Tari Kis-Kis, tarian kreasi baru karya Sophian Clifford Mangundap.

    Penampilannya kala menarikan tarian tersebut sukses memukau tim seleksi hingga dirinya terpilih menjadi anggota Paskibraka dan bertugas menjadi pembawa baki.

    Sebagai cadangan pembawa baki, ditunjuk Nindya Eltsani Fawwaz, Paskibraka putri asal Provinsi Jambi yang merupakan siswi SMAN 2 Kota Sungai Penuh.

    (naa/naa)




    Tonton juga video berikut:






    Artikel aslinya

  • Derita Kuli Pengupas Bawang Merah di Pasar, Kerja 15 Jam Setiap Hari

    Derita Kuli Pengupas Bawang Merah di Pasar, Kerja 15 Jam Setiap Hari


    Jakarta, Insertlive

    Cerita di balik kerja sebagai tukang kupas bawang merah di Pasar Jaya, Jakarta terungkap. Mereka bisa bekerja selama 15 jam untuk mengupas hingga 90 kg bawang. Para pengupas bawang juga hanya mendapat kurang dari Rp150rb setiap harinya.

    (Mila Haryati)



    Artikel aslinya

  • Pecahkan Rekor Muri, Alim Anggono Rektor Termuda Usia 26 Tahun


    Jakarta, Insertlive

    Alim Anggono berhasil pecahkan rekor Muri setelah menjadi rektor termuda di usia 26 tahun. Perjalanan Alim tak mudah karena berasal dari keluarga sederhana. Alim yang mendapat beasiswa pemerintah juga kuliah dengan biaya pas-pasan.

    (Mila Haryati)



    Artikel aslinya