Mungkin aku terlihat tenang
Bahkan masih bisa tertawa
Selama ini kuterdiam
Bukannya kutak peduli
Pernahkah sekali saja
Terpikirkan untuk meredakan amarah
Yang tercipta kujadkan air mata
Ku tak ingin kita makin terluka
Karena amarah kita yang semestinya
Bisa saling meredam dan temani aku lagi
Di saat aku lagi di saat kita terempas
Peluklah aku, kutak ingin kita saling hina
Letih dengar caci makian itu
Mestinya kau tahu, kuhanya butuh
Butuh dirimu
Genggam tanganku tenangkan diriku yang resah
Jangan pernah lepaskan aku lagi
Berdamailah denganku
Bukan saling salahkan
Bukan itu, bukan itu…
Pernahkah sekali saja
Terpikirkan untuk meredakan amarah
Yang tercipta, jadikan air mata
Ku tak ingin kita makin terluka
Karena amarah kita yang semestinya
Bisa saling meredam dan temani aku lagi
Di saat aku lagi di saat kita terempas
Peluklah aku, kutak ingin kita saling hina
Letih dengar caci makian itu
Mestinya kau tahu, kuhanya butuh
Butuh dirimu
Tuk genggam tanganku Tenangkan diriku yang resah
Jangan pernah lepaskan aku lagi
Berdamailah denganku…
Peluklah aku, kutak ingin kita saling hina
Letih dengar caci makian itu
Mestinya kau tahu, kuhanya butuh,
Butuh dirimu
Tuk genggam tanganku Tenangkan diriku yang resah
Jangan pernah lepaskan aku lagi
Berdamailah denganku…
Bukan saling salahkan
Bukan itu, bukan itu…