Kategori: Fashion

You can never take too much care over the choice of your shoes. Too many women think that they are unimportant, but the real proof of an elegant woman is what is on her feet.

  • Reaksi Ustaz Das’ad Latif Usai Rekening Bangun Masjid Kena Blokir PPATK

    Reaksi Ustaz Das’ad Latif Usai Rekening Bangun Masjid Kena Blokir PPATK



    Jakarta, Insertlive

    Ustaz Das’ad Latif tengah bersedih dan kecewa. Niat baiknya untuk membangun masjid terpaksa terhambat karena rekening bank miliknya tiba-tiba diblokir.

    Uang yang telah ia kumpulkan untuk membeli semen dan besi pun tak bisa diambil.

    Pendakwah asal Sulawesi Selatan itu menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan pemblokiran rekening bank yang dinilainya tidak bijak.


    Dirinya pun berharap langkah semacam ini tidak menyulitkan rakyat kecil yang justru sedang berbuat baik.

    “Saya hari ini berencana membayar besi, semen untuk membayar pembangunan masjid saya, jadi saya datanglah mengambil uang yang saya tabung di Bank pemerintah. Setelah tiba, ternyata rekening saya diblokir karena tidak aktif selama 3 bulan. Saya bingung, kenapa diblokir? Alasannya katanya supaya menghindari hal-hal negatif,” ungkap Das’ad Latif Lewat akun Instagram @dasadlatif1212, Jumat (8/8).

    Ustaz Das’ad juga berujar bahwa uang tersebut merupakan hasil tabungan pribadi.

    Dirinya sengaja menabung sesuai imbauan pemerintah agar masyarakat menyimpan uangnya secara aman di bank.

    Namun, justru setelah uang disimpan, rekeningnya dinonaktifkan secara sepihak.

    “Kenapa setelah saya simpan (uangnya) malah diblokir?,” tanya Das’ad.

    Dalam pesannya, Das’ad tak mempersoalkan niat baik dari kebijakan ini, namun ia menyoroti cara pelaksanaannya yang menurutnya tidak bijaksana.

    “Saya tahu niat ini bagus, niat pemblokiran rekening ini baik, tapi caranya yang tidak elegan,” tegasnya.

    Tak berhenti di situ, ia juga berharap suaranya tidak dianggap sebagai bentuk perlawanan atau ancaman terhadap pemerintah.

    Kritik ini, menurutnya, adalah bentuk kasih sayang rakyat terhadap negaranya.

    “Saya menabung untuk aman dan membantu negara tapi ternyata saya diblokir. Mudah-mudahan hanya ini yang terjadi pada diri saya, tidak pada masyarakat yang jauh lebih kecil dari saya,” ungkapnya.

    “Saya yakin kalau niatnya baik, pasti Allah tunjukkan jalan yang baik,” tutupnya penuh harap.

    Menanggapi hal ini, PPATK menjelaskan bahwa pemblokiran dilakukan terhadap rekening yang berstatus dormant, yakni tidak aktif dalam jangka waktu tertentu.

    “Rekening yang dikatakan dormant adalah tidak ada uang keluar atau transaksi debit untuk masa yang umumnya 1-5 tahun,” kata PPATK melalui Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan, Fithriadi, dalam media briefing, Rabu (6/8).

    Dirinya menambahkan bahwa banyak penyalahgunaan rekening dormant untuk kejahatan seperti judi online.

    Karena itu, pemblokiran dilakukan atas dasar kajian mendalam dan hasil koordinasi dengan pihak bank.

    “Ini (kebijakan blokir rekening dormant) sama sekali bukan serampangan. Ini dengan sebuah kajian, kita teliti cukup lama, kemudian kita koordinasi dengan pihak bank secara intensif terkait bagaimana memastikan kebijakan ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” ujar Fithriadi.

    Kini, publik menanti apakah ada evaluasi terhadap kebijakan ini, terutama agar niat-niat mulia seperti membangun rumah ibadah tidak menjadi korban dari prosedur yang belum sempurna.

    (ikh/fik)




    Tonton juga video berikut:






    Artikel aslinya

  • Influencer Malaysia Dikritik Usai Buat Konten Beri Tulang Ayam Bekas ke Tunawisma

    Influencer Malaysia Dikritik Usai Buat Konten Beri Tulang Ayam Bekas ke Tunawisma



    Jakarta, Insertlive

    Tiga orang kreator konten asal Malaysia menuai kritikan pedas dari publik usai membuat konten yang disebut menghina orang lain. Pada video yang ramai tersebar di media sosial, para influencer itu membuat konten memberikan tulang ayam bekas dimakan ke gelandangan.

    Ketiga influencer itu merekam momen mereka memakan ayam goreng bersama dengan menyisakan tulang. Lewat video itu, tiga influencer yang diketahui masih remaja ini tampak dengan sengaja menjilat dan menghisap tulang ayam sebelum memasukkannya ke dalam sebungkus nasi.

    Mereka kemudian memberikan sebungkus nasi yang dicampur tulang ayam bekas itu kepada seorang tunawisma yang tengah tertidur di trotoar. Aksi ini dilakukan tiga influencer asal Malaysia itu dengan dalih kebaikan.


    Namun usai video itu viral dan menuai kritikan publik, ketiga kreator konten itu pun menyampaikan permintaan maaf.

    @selamatkanmalaysi6 Mohon diambil tindaka kepada 3 orang ini. Tindakan BIADAP dari 3 orag china ini. #gelandagan #biadap #china #masukberandafyp #fyptiktok #fypage #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #CapCut ♬ bunyi asal – SelamatkanMalaysia

    Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) kemudian merilis pernyataan resmi atas peristiwa viral itu. MCMC menyebut pihaknya telah memulai penyelidikan dan memandang serius tindakan yang diduga mengeksploitasi kelompok marginal untuk hiburan.

    “Menyebarkan konten yang merendahkan atau menghina martabat individu tidak hanya tidak etis, tetapi juga menyebabkan normalisasi budaya tidak manusiawi dalam masyarakat,” bunyi keterangan resmi MCMC, dikutip Jumat (8/8).

    Sementara menurut Wakil Menteri Komunikasi Malaysia, Teo Nie Ching jika konten tersebut ditemukan telah melanggar UU Komunikasi dan Multimedia, pembuat konten bisa menghadapi denda hingga RM500.000 atau setara Rp1,9 M dengan ancaman penjara dua tahun.

    (asw/fik)




    Tonton juga video berikut:








    Artikel aslinya

  • Sempat Jadi Sorotan usai Naikkan Pajak 250%, Bupati Pati Keciduk Nyawer Biduan

    Sempat Jadi Sorotan usai Naikkan Pajak 250%, Bupati Pati Keciduk Nyawer Biduan



    Jakarta, Insertlive

    Beberapa waktu lalu, Bupati Pati, Sudewo berhasil menjadi sorotan usai ia membuat heboh warga dengan kebijakan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen. Akibat kebijakannya itu, warga Pati pun melakukan unjuk rasa untuk memprotes bupati tersebut.

    Namun, di tengah kehebohan masalah kenaikan pajak tersebut, Bupati Pati, Sudewo keciduk tengah asyik berjoget di acara dangdutan. Dalam video yang beredar di media sosial, Sudewo terlihat asyik berjoget sambil memegang segepok uang Rp50 ribuan untuk menyawer seorang biduan.

    Sontak saja aksi Bupati Pati itu menjadi sorotan. Bahkan dikaitkan dengan kebijakannya saat menaikkan PBB dengan aksinya menyawer biduan.


    “Jangan salahkan beliau, wajar dia menaikkan pajak 250%,” bunyi keterangan unggahan @arie_trenitet, dilihat, Jumat (8/8).

    [Gambas:Instagram]

    Warganet pun ramai menanggapi aksi sang bupati yang asyik berjoget seraya menyawer biduan. Mereka menduga tujuan PBB dinaikkan untuk digunakan menyawer biduan.

    “Terungkap ternyata gess,” ujar @ily***.

    “Oh jadi bupati suka ngasih saweran jan pejabat sekarang gk bisa kasih contoh yg lebih baik buat rakyatnya,” tutur @sup***.

    “Oo jadi kesini arah pajak nya,” imbuh @eka***.

    Untuk nyawer Tah , kalau tidak punya uang jangan nyawer,” sindir @sis***.

    Namun kini Bupati Pati itu telah membatalkan kebijakannya untuk menaikkan PBB. Langkah tersebut diambil usai masyarakat ramai melakukan protes.

    (kpr/fik)




    Tonton juga video berikut:








    Artikel aslinya

  • Warga Malang Rela Patungan Rp500 Ribu Demi Sewa Sound Horeg

    Warga Malang Rela Patungan Rp500 Ribu Demi Sewa Sound Horeg


    Jakarta, Insertlive

    Masyarakat masih menggemari sound horeg meski dinyatakan haram oleh MUI Jawa Timur. Masyarakat di Malang, Jawa Timur juga tetap menjadikan festival sound horeg sebagai tradisi tahunan. Mereka rela patungan Rp500 ribu setiap rumah untuk mendatangkan sound horeg.

    (Mila Haryati)



    Artikel aslinya

  • Diharamkan MUI, Warga Malang Tetap Adakan Karnaval Sound Horeg

    Diharamkan MUI, Warga Malang Tetap Adakan Karnaval Sound Horeg


    Jakarta, Insertlive

    Warga Malang tetap menggelar pesta karnaval sound horeg meski sudah diharamkan MUI Jawa Timur. Warga sangat antusias mengikuti kirab sampai pentas seni di wilayah rumahnya. Warga bahkan mengantisipasi dengan menempelkan perekat di kaca agar tahan getaran sound horeg.

    (Mila Haryati)



    Artikel aslinya

  • Amplop Nikah Kena Pajak-Larangan Study Tour Tuai Pro-kontra Publik

    Amplop Nikah Kena Pajak-Larangan Study Tour Tuai Pro-kontra Publik


    Jakarta, Insertlive

    Kebijakan pemerintah Indonesia dengan komunikasi publik yang buruk bikin resah masyarakat. Yang terbaru ada kabar jika amplop kondangan akan dikenakan pajak. Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga melarang sekolah mengadakan study tour.

    (Mila Haryati)



    Artikel aslinya

  • Presiden AS Donald Trump Diparodikan Telanjang di South Park, Gedung Putih Murka

    Presiden AS Donald Trump Diparodikan Telanjang di South Park, Gedung Putih Murka



    Jakarta, Insertlive

    Serial animasi satir South Park kembali memancing kontroversi setelah merilis episode yang secara gamblang menyindir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Episode yang tayang pada Rabu (23/7) itu tak hanya mengkritik kebijakan Trump, tapi juga menampilkan versi deepfake Trump telanjang bulat di gurun, hingga berhubungan dengan setan.

    Adegan tersebut langsung membuat Gedung Putih naik pitam.


    Dalam episode yang bertajuk penuh sindiran itu, kota South Park diceritakan melakukan aksi protes terhadap Trump, yang dalam cerita menggugat siapa pun yang menentangnya.

    Di puncak ketegangan, Yesus Kristus digambarkan turun dari langit untuk memberi peringatan bahwa aksi protes itu bisa menyebabkan South Park “dicancel.”

    Namun yang paling memancing reaksi publik adalah iklan layanan masyarakat (PSA) parodi berformat deepfake, di mana Trump digambarkan melepas bajunya satu per satu di tengah gurun yang panas.

    “Ketika situasi memanas, siapa yang akan melepaskan kita dari godaan? Donald J. Trump,” kata Narator dalam video tersebut.

    “Sepanas apa pun situasinya, dia tidak takut berjuang untuk Amerika. Trump. Pe**snya memang mungil, tetapi cintanya kepada kita begitu besar.” sambungnya.

    Tak berhenti di situ, adegan lainnya memperlihatkan Trump yang tengah membuka pakaian di kamar tidur Gedung Putih, mencoba merayu sosok setan untuk berhubungan intim. Namun si setan menolak dan menyindir ukuran alat vital Trump.

    “Ayo lah, setan, aku sudah bekerja keras sepanjang hari,” kata Trump.

    Setan lalu menjawab, “Aku bahkan tidak bisa melihat apa-apa, sangat kecil.”

    Tak lama setelah episode tersebut tayang, Gedung Putih langsung mengecam keras isi acara itu.

    Juru bicara Presiden, Taylor Rogers, menyebut para kreator South Park dan kaum liberal sebagai pihak yang munafik.

    “Kemunafikan kaum Kiri benar-benar tak berujung. Selama bertahun-tahun mereka menyerang South Park dengan menyebutnya sebagai konten ‘melanggar hukum’, tetapi tiba-tiba mereka memuji acara tersebut,” ujar Rogers, dikutip Variety.

    “Sama seperti para kreator South Park, kaum Kiri tidak memiliki konten yang autentik atau orisinal. Itu sebabnya popularitas mereka terus mencapai titik terendah,” lanjutnya.

    Ia juga menyindir relevansi serial itu dalam percakapan publik.

    “Acara ini tidak relevan selama lebih dari 20 tahun dan bergantung pada seutas benang dengan ide-ide yang tidak menginspirasi dalam upaya putus asa untuk mendapatkan perhatian,” ucap Rogers tajam.

    “Presiden Trump telah memenuhi lebih banyak janji hanya dalam enam bulan dibandingkan presiden lain mana pun dalam sejarah negara kita – dan tidak ada acara kelas empat yang dapat menggagalkan tren panas Presiden Trump.”

    Sementara itu, pihak kreator South Park belum memberi tanggapan resmi atas reaksi keras tersebut.

    Namun episode ini kembali menunjukkan keberanian South Park dalam menyentil tokoh-tokoh publik tanpa ampun-meski kali ini, taruhannya adalah amarah dari Gedung Putih sendiri.

    (ikh/ikh)




    Tonton juga video berikut:






    Artikel aslinya

  • Donatnya Lebih Premium, Ci Mehong Sindir Buatan Pinkan Mambo

    Donatnya Lebih Premium, Ci Mehong Sindir Buatan Pinkan Mambo


    Jakarta, Insertlive

    Bukan hanya Pinkan Mambo, kini Ci Mehong juga jualan donat. Ci Mehong perlihatkan pembuatan donatnya yang memakai bahan-bahan premium. Ci Mehong juga sebut tekstur donatnya lebih lembut dan tentunya murah daripada donat Pinkan.

    (Mila Haryati)



    Artikel aslinya

  • Viral! Detik-detik Opang Paksa Turun Ibu Bawa Bayi yang Naik Taksi Online

    Viral! Detik-detik Opang Paksa Turun Ibu Bawa Bayi yang Naik Taksi Online



    Jakarta, Insertlive

    Di media sosial, viral sebuah video saat sejumlah pria memaksa penumpang taksi online turun di dekat Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Mereka terekam membuka pintu taksi online tersebut dan memaksa penumpang untuk turun.

    Sopir taksi online tak berkutik dan meminta maaf. Sementara itu, terlihat penumpangnya adalah seorang ibu yang membawa bayi.

    “Kalian semua tega! Ini saya bawa bayi,” teriak sang ibu pada sekelompok pria tersebut.


    Sekelompok pria itu diduga ojek pangkalan (opang) di kawasan tersebut. Opang di sekitar Stasiun Tigaraksa disebut-sebut menolak transportasi online mengambil penumpang di kawasan mereka.

    Menurut laporan detiknews, Minggu (27/7), petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian.

    Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan dari keterangan beberapa saksi, bahwa ada pasangan suami istri yang memesan taksi online dengan titik penjemputan di depan Stasiun Tigaraksa.

    Beberapa opang kemudian menegur sopir taksi online tersebut untuk tidak mengambil penumpang di depan stasiun. Saat opang menegur sopir taksi online, penumpang yang membawa bayi ikut berkomentar hingga akhirnya terjadi keributan.

    Indra kemudian mendengarkan keterangan pengemudi opang dan memberikan mereka imbauan untuk melakukan sesuatu dengan tenang tanpa perlu emosi.

    “Kata kuncinya, sama-sama cari makan. Opang dan ojol sama-sama cari makan. Harus dengan tenang, jangan emosi, yang korban malah penumpang,” ujar Indra.

    Pihak kepolisian mengaku masih mendalami identitas penumpang dan pengemudi taksi online.

    “Kami akan memfasilitasi keduanya untuk duduk bersama, agar ada solusi,” katanya.

    “Kami yakin penumpang tidak tahu apa-apa. Terus ada kejadian, kalau penumpang tidak terima dan membuat laporan, kan bisa diproses,” tutupnya.

    (KHS/fik)




    Tonton juga video berikut:






    Artikel aslinya

  • Viral Isi Tas Arya Daru di Rooftop Kemlu, Ada Surat Rawat Jalan hingga Nota…

    Viral Isi Tas Arya Daru di Rooftop Kemlu, Ada Surat Rawat Jalan hingga Nota…



    Jakarta, Insertlive

    Polisi akhirnya membeberkan isi tas milik Arya Daru, diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang dibawa ke rooftop di lantai 12 Gedung Kemlu, Jakarta Pusat.

    Disebutkan bahwa Arya Daru sempat naik ke rooftop satu hari sebelum dirinya ditemukan tewas di kamar kosnya pada Selasa (8/7).

    “Tas itu kan ditemukan di rooftop, kalau berdasarkan keterangan dari tim penyelidik itu (tas ditemukan) satu hari setelah tanggal 8, setelah ditemukan korban. Jadi ditemukan lah tas itu di lantai 12 di samping tangga darurat,” kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak pada CNNIndonesia.


    Reonald menjelaskan bahwa tas milik Arya berisi laptop, pakaian yang ia beli di daerah Jakarta Pusat, obat-obatan, beberapa bukti nota, alat kantor hingga surat rawat jalan.

    “(Isinya) laptop, terus pakaian yang baru dibeli, terus ada beberapa obat-obatan ya yang korban bawa, terus ya pokoknya belanjaan yang baru dia beli, terus beberapa nota, terus beberapa alat-alat kantor lah,” imbuhnya.

    “Ada ditemukan surat rawat jalan beliau dari salah satu rumah sakit umum di Jakarta, tanggal saya lupa, tapi di catatan bulan Juni 2025. (Soal riwayat sakit) enggak bisa saya kasih tahu ya, karena itu masuk ke privasi,” pungkasnya.

    Diketahui, diplomat muda Arya Daru atau (ADP) ditemukan tewas dengan wajah terlilit isolasi atau lakban warna kuning di kamar kosnya di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (8/7).

    Kematian ADP masih menjadi misteri karena polisi tak menemukan tanda-tanda kekerasan dan indikasi pembunuhan dalam kasus tersebut.

    Polisi sendiri mengklaim sudah mengantongi hasil laboratorium forensik tetapi belum diungkapkan ke publik.

    (dis/fik)






    Artikel aslinya